Sabtu, 05 Desember 2015

penduduk dan tingkat pendidikan

PENDUDUK DAN TINGKAT PENDIDIKAN
Pendidikan pada masa sekarang saat penting dibandingkan zaman sebelumnya,karena zaman sekarang penilaian seseorang layak atau tidaknya bekerja di suatu perusahaan/company itu berdasarkan tingginya pendidikan yang ditempuh oleh pelamar pekerjaan tersebut.Karena semakin tinggi pendidikan yang ditempuh oleh orang tersebut maka banyak ilmu yang mereka pelajari dan pada zaman penerima pekerjaan membutuhkan otak-otak yang pandai untuk bekerja di perusahaan mereka.
            Penduduk sendiri dibagi menjadi 2 golongan yakni penduduk yang miskin dan penduduk yang kaya. Dan tingkat pendidikan dibagi menjadi beberapa yakni : SD, SMP, SMA, dan kuliah. Di kuliah itu sendiri terdapat pembagian tingkatan pendidikan mulai dari D1 (Diploma 1), D2 (Diploma 2), D3 (Diploma 3), D4 (Diploma 4), S 1 (Strata 1), S2 (Strata 2), S3 (Strata 3). Ada beberapa pandangan beberapa penduduk terhadap tingkat pendidikan mulai dari pandangan yang positif sampai pandangan yang negatif. Semakin tinggi orang tersebut bersekolah maka semakin besar pula biaya yang dikeluarkan sehingga banyak orang-orang yang tidak mampu. Tetapi banyak juga orang yang tidak mampu dapat menempuh pendidikan sampai S3 tanpa mengeluarkan biaya yang besar yakni melalui beasiswa.
            Pendidikan itu sangat penting bagi semua manusia, sampai pentingnya semua orang mengejar yang namanya pendidikan, contoh di tanah air kita Indonesia ada beberapa anak agar mereka dapat bersekolah mereka rela berjalan berkilo-kilo meter menempuhnya agar mereka dapat bersekolah. Dan ada pula yang hujan-hujanan ke sekolah hanya untuk belajar. Semua hal itu mereka lakukan untuk mendapatkan satu hal dari bersekolah yakni ilmu pengetahuan tanpa adanya pengetahuan manusia sulit melakukan berbagai hal, oleh sebab itu para manusia menuntut ilmu dari tingkat pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditempuh manusia tersebut maka semakin tinggi pula ilmu yang didapat

           


PENDUDUK DAN TINGKAT PENDIDIKAN
1.Penjelasan umum
            Penduduk di Indonesia begitu banyak yakni sekitar 250 juta penduduk pada tahun 2015 sedangkan pada tahun 2000 yakni sekitar 205 juta.Dimana penduduk yang ada di Indonesia itu sendiri terdiri dari bayi,anak-anak,orang dewasa, hingga  lansia.Masalah kependudukan yang tiada hentinya mengakibatkan banyaknya masalah sosial,salah satu contohnya yakni perbedaan jumlah kekayaan (harta) yang dimiliki oleh manusia tersebut.Kekayaan (harta) yang dimiliki oleh seseorang dapat diklasifikasikan menjadi 2 yakni kaya dan miskin.
Penduduk Indonesia itu sendiri ada yang bersekolah,tidak bersekolah dan bekerja. Perbandingan jumlah penduduk yang bersekolah pada tahun 2000 dan 2015 semakin banyak pada tahun 2015 karena perbandingan angka kelahiran dari tahun 2000-2015 mencapai 27,5%. Minat pendidikan seseorang pada tahun 2000 dan 2015 berbeda jauh dikarenakan seseorang pada zaman sekarang bekerja dengan melihat gaji atau upah yang diperolehnya.  sehingga minat seseorang untuk bersekolah berbeda jauh pada tahun 2015 ini dibandingkan tahun 2000.
2.Penjelasan khusus
            Karena penduduk Indonesia terdiri dari orang kaya dan orang miskin oleh sebab itu terjadi perbedaan yang signifikan ditambah lagi dengan biaya bersekolah yang bisa dibilang cukup mahal walaupun dengan adanya program pemerintah yakni sekolah gratis.Sehingga orang-orang yang kurang mampu memutuskan untuk tidak bersekolah tetapi ada juga yang tetap bersekolah dengan canangan pemerintah yakni beasiswa,berbeda dengan orang kaya yang harus menuntut pendidikan untuk anaknya setinggi-tingginya. Contoh sampel yang bisa diambil yakni perbedaan  orang yang berada di rusun pulo dan real estate pondok indah sungguh berbeda tingkat kekayaannya,maupun keinginannya untuk bersekolah. Berdasarkan survey saya di lapangan orang rusun kampung pulo berkata bahwa anak-anak disana paling banyak hanya lulusan SMP dan SMA sedikit yang bersekolah ke jenjang berikutnya dikarenakan harga (biaya)  anak mereka untuk kuliah yang cukup mahal . kedua tidak ada kemauan dari anak tersebut karena rata-rata di lingkungannya tidak bersekolah atau hanya lulusan SMP atau SMA. Mereka berfikir bahwa sekolah yang mereka tempuh (kuliah) itu mahal sehingga mereka lebih banyak yang memilih bekerja.
 Sedangkan  anak yang bergolongan kaya,mereka di tuntut bersekolah oleh orang tua mereka sebab mereka menginginkan anaknya lebih baik daripada orang tuanya,sehingga mereka bersungguh-sungguh untuk bersekolah agar dapat melebihi orang tuanya ,ketika saya berbicara dengan salah satu anak orang kaya tersebut mereka berkata bahwa kami ingin melebihi orang tua mereka dalam hal harta,ilmu pengetahuan dan dapat menambah teman lebih banyak karena mereka juga berfikir bahwa teman-teman dapat membantu mereka untuk bekerja/memperoleh pekerjaan.
Tingkat pendidikan anak pada tahun 2000
Jumlah anak yang bersekolah tahun 2000
SD
28,54 juta
SMP/MTS
10,16 juta
SMA/MA/SMK
5,48 juta
Perguruan Tinggi
3.199.174 orang


Tingkat pendidikan anak pada tahun 2015
Jumlah anak yang bersekolah tahun 2015
SD
2.478.032
SMP/MA
1.708.323
SMA/SMK/MA
1.575.826
PerguruanTinggi
1.245.786










Kisah Sukses Bob Sadino, Memilih Miskin Sebelum Kaya

Tidak banyak yang tahu di balik kesuksesan Bob Sadino, pria yang sukses menjalani hidupnya yang berliku sebelum sukses. Sebelum seperti sekarang, dulu Bob sempat menjadi supir taxi bahkan menjadi kuli bangunan yang digaji 100 rupiah pada waktu itu. Entrepreneur yang selalu berpenampilan eksentrik ini cukup membuat orang bangga melihatnya. Gaya berpakaiannya pun sangat sederhana dengan menggunakan celana pendek jins dan kemeja lengan pendek. Ya, itulah Bob Sadino, seorang yang dulunya kuli bangunan yang sekarang sukses merintis usahanya.
Pendiri Kem Chicks ini selalu menggunakan celana pendek saat berdinas. Om Bob yang bernama asli Bambang Mustari Sadino, selalu menggunkan pakaian ini disaat berdinas, santai, mengisi seminar entrepreneur, bahkan bertemu pejabat negara seperti presiden. Bagi sebagian orang mungkin ini terlihat aneh, tapi itulah Bob Sadino.


Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933, mempunyai banyak cerita yang menjadi motivasi bagi setiap orang. Kemapanan yang diperoleh sempat menjadi hal yang membosankan dalam hidupnya. Walaupun keluarga berkecukupan, namun Bob sempat memilih untuk menjadi orang miskin. Pada usia 19 tahun, Bob menjadi yatim piatu dan mendapat warisan dari harta keluarganya. Kemudian dengan warisan tersebut Bob menggunakannya untuk berkeliling dunia seperti negara-negara di Eropa. Sewaktu di Belanda, Bob tinggal selama 9 tahun dan bekerja di Djakarta Lylod di Amsterdam. Selama berkeliling Eropa, Bob bertemu dengan Seoelami Soejoed dan kemudian menjadi istrinya.
Dengan kemapanan yang didapat di Eropa membuat Bob jenuh dan memutuskan kembali ke Indonesia pada tahun 1967. Bob keluar dari pekerjaannya dan membuat usaha sendiri dengan mobil pribadi yang dijadikan taxi gelap. Namun semuanya berakhir ketika Bob mengalami kecelakaan dan membuat mobilnya hancur. Waktu itu Bob memilih menjadi kuli bangungan dengan gaji Rp 100. Ia merasakan bagaimana hidup dengan tidak memiliki uang yang kemudian diketahui oleh teman-temannya di Eropa. Mereka menawarkan bantuan tetapi Bob menolaknya.
Bob mulai bangkit ketika merintis bisnis telur ayam negeri yang disarankan temannya. Ia menjadi orang pertama yang memperkenalkan telur ayam negeri di Indonesia. Ketika bisnis telur ayam mulai berkembang kemudian Bob bejualan daging ayam, yang hingga sekarang menjadi PT Kem Foods. 
Jerih payah Bob yang panjang membuat dirinya sebagai ikon entrepreneur yang dikenal di seluruh Indonesia. Menurut Bob, jika ingin menjadi seorang entreprenuer sejati harus mencoba secara langsung bukan hanya dengan teori. Kemauan untuk bekerja keras, berani mengambil resiko, adalah hal yang harus dihadapi dalam hidup. Untuk menjadi sukses Bob merumuskan empat hal yaitu tahu, bisa, terampil, dan ahli