PENDUDUK
DAN TINGKAT PENDIDIKAN
Pendidikan pada
masa sekarang saat penting dibandingkan zaman sebelumnya,karena zaman sekarang
penilaian seseorang layak atau tidaknya bekerja di suatu perusahaan/company itu
berdasarkan tingginya pendidikan yang ditempuh oleh pelamar pekerjaan
tersebut.Karena semakin tinggi pendidikan yang ditempuh oleh orang tersebut
maka banyak ilmu yang mereka pelajari dan pada zaman penerima pekerjaan
membutuhkan otak-otak yang pandai untuk bekerja di perusahaan mereka.
Penduduk
sendiri dibagi menjadi 2 golongan yakni penduduk yang miskin dan penduduk yang
kaya. Dan tingkat pendidikan dibagi menjadi beberapa yakni : SD, SMP, SMA, dan
kuliah. Di kuliah itu sendiri terdapat pembagian tingkatan pendidikan mulai
dari D1 (Diploma 1), D2 (Diploma 2), D3 (Diploma 3), D4 (Diploma 4), S 1
(Strata 1), S2 (Strata 2), S3 (Strata 3). Ada beberapa pandangan beberapa
penduduk terhadap tingkat pendidikan mulai dari pandangan yang positif sampai
pandangan yang negatif. Semakin tinggi orang tersebut bersekolah maka semakin
besar pula biaya yang dikeluarkan sehingga banyak orang-orang yang tidak mampu.
Tetapi banyak juga orang yang tidak mampu dapat menempuh pendidikan sampai S3
tanpa mengeluarkan biaya yang besar yakni melalui beasiswa.
Pendidikan
itu sangat penting bagi semua manusia, sampai pentingnya semua orang mengejar
yang namanya pendidikan, contoh di tanah air kita Indonesia ada beberapa anak
agar mereka dapat bersekolah mereka rela berjalan berkilo-kilo meter
menempuhnya agar mereka dapat bersekolah. Dan ada pula yang hujan-hujanan ke sekolah
hanya untuk belajar. Semua hal itu mereka lakukan untuk mendapatkan satu hal
dari bersekolah yakni ilmu pengetahuan tanpa
adanya pengetahuan manusia sulit melakukan berbagai hal, oleh sebab itu para
manusia menuntut ilmu dari tingkat pendidikan. Semakin tinggi tingkat
pendidikan yang ditempuh manusia tersebut maka semakin tinggi pula ilmu yang
didapat
PENDUDUK
DAN TINGKAT PENDIDIKAN
1.Penjelasan umum
Penduduk
di Indonesia begitu banyak yakni sekitar 250 juta penduduk pada tahun 2015
sedangkan pada tahun 2000 yakni sekitar 205 juta.Dimana penduduk yang ada di
Indonesia itu sendiri terdiri dari bayi,anak-anak,orang dewasa, hingga lansia.Masalah kependudukan yang tiada
hentinya mengakibatkan banyaknya masalah sosial,salah satu contohnya yakni
perbedaan jumlah kekayaan (harta) yang dimiliki oleh manusia tersebut.Kekayaan
(harta) yang dimiliki oleh seseorang dapat diklasifikasikan menjadi 2 yakni
kaya dan miskin.
Penduduk Indonesia itu sendiri ada yang bersekolah,tidak
bersekolah dan bekerja. Perbandingan jumlah penduduk yang bersekolah pada tahun
2000 dan 2015 semakin banyak pada tahun 2015 karena perbandingan angka
kelahiran dari tahun 2000-2015 mencapai 27,5%. Minat pendidikan seseorang pada
tahun 2000 dan 2015 berbeda jauh dikarenakan seseorang pada zaman sekarang
bekerja dengan melihat gaji atau upah yang diperolehnya. sehingga minat seseorang untuk bersekolah
berbeda jauh pada tahun 2015 ini dibandingkan tahun 2000.
2.Penjelasan khusus
Karena
penduduk Indonesia terdiri dari orang kaya dan orang miskin oleh sebab itu
terjadi perbedaan yang signifikan ditambah lagi dengan biaya bersekolah yang
bisa dibilang cukup mahal walaupun dengan adanya program pemerintah yakni
sekolah gratis.Sehingga orang-orang yang kurang mampu memutuskan untuk tidak
bersekolah tetapi ada juga yang tetap bersekolah dengan canangan pemerintah
yakni beasiswa,berbeda dengan orang kaya yang harus menuntut pendidikan untuk
anaknya setinggi-tingginya. Contoh sampel yang bisa diambil yakni perbedaan orang yang berada di rusun pulo dan real
estate pondok indah sungguh berbeda tingkat kekayaannya,maupun keinginannya
untuk bersekolah. Berdasarkan survey saya di lapangan orang rusun kampung pulo
berkata bahwa anak-anak disana paling banyak hanya lulusan SMP dan SMA sedikit
yang bersekolah ke jenjang berikutnya dikarenakan harga (biaya) anak mereka untuk kuliah yang cukup mahal . kedua
tidak ada kemauan dari anak tersebut karena rata-rata di lingkungannya tidak
bersekolah atau hanya lulusan SMP atau SMA. Mereka berfikir bahwa sekolah yang
mereka tempuh (kuliah) itu mahal sehingga mereka lebih banyak yang memilih
bekerja.
Sedangkan anak yang bergolongan kaya,mereka di tuntut
bersekolah oleh orang tua mereka sebab mereka menginginkan anaknya lebih baik
daripada orang tuanya,sehingga mereka bersungguh-sungguh untuk bersekolah agar
dapat melebihi orang tuanya ,ketika saya berbicara dengan salah satu anak orang
kaya tersebut mereka berkata bahwa kami ingin melebihi orang tua mereka dalam hal
harta,ilmu pengetahuan dan dapat menambah teman lebih banyak karena mereka juga
berfikir bahwa teman-teman dapat membantu mereka untuk bekerja/memperoleh
pekerjaan.
|
Tingkat pendidikan anak pada
tahun 2000
|
Jumlah anak yang bersekolah
tahun 2000
|
|
SD
|
28,54 juta
|
|
SMP/MTS
|
10,16 juta
|
|
SMA/MA/SMK
|
5,48 juta
|
|
Perguruan Tinggi
|
3.199.174 orang
|
|
Tingkat pendidikan anak pada
tahun 2015
|
Jumlah anak yang bersekolah
tahun 2015
|
|
SD
|
2.478.032
|
|
SMP/MA
|
1.708.323
|
|
SMA/SMK/MA
|
1.575.826
|
|
PerguruanTinggi
|
1.245.786
|
Kisah Sukses Bob Sadino, Memilih Miskin
Sebelum Kaya
Tidak
banyak yang tahu di balik kesuksesan Bob Sadino, pria yang sukses menjalani
hidupnya yang berliku sebelum sukses. Sebelum seperti sekarang, dulu Bob sempat
menjadi supir taxi bahkan menjadi kuli bangunan yang digaji 100 rupiah pada
waktu itu. Entrepreneur yang selalu berpenampilan eksentrik ini cukup membuat
orang bangga melihatnya. Gaya berpakaiannya pun sangat sederhana dengan
menggunakan celana pendek jins dan kemeja lengan pendek. Ya, itulah Bob Sadino,
seorang yang dulunya kuli bangunan yang sekarang sukses merintis usahanya.
Pendiri
Kem Chicks ini selalu menggunakan celana pendek saat berdinas. Om Bob yang
bernama asli Bambang Mustari Sadino, selalu menggunkan pakaian ini disaat
berdinas, santai, mengisi seminar entrepreneur, bahkan bertemu pejabat negara
seperti presiden. Bagi sebagian orang mungkin ini terlihat aneh, tapi itulah
Bob Sadino.
Pria
kelahiran Lampung, 9 Maret 1933, mempunyai banyak cerita yang menjadi motivasi
bagi setiap orang. Kemapanan yang diperoleh sempat menjadi hal yang membosankan
dalam hidupnya. Walaupun keluarga berkecukupan, namun Bob sempat memilih untuk
menjadi orang miskin. Pada usia 19 tahun, Bob menjadi yatim piatu dan mendapat
warisan dari harta keluarganya. Kemudian dengan warisan tersebut Bob
menggunakannya untuk berkeliling dunia seperti negara-negara di Eropa. Sewaktu
di Belanda, Bob tinggal selama 9 tahun dan bekerja di Djakarta Lylod di
Amsterdam. Selama berkeliling Eropa, Bob bertemu dengan Seoelami Soejoed dan
kemudian menjadi istrinya.
Dengan
kemapanan yang didapat di Eropa membuat Bob jenuh dan memutuskan kembali ke
Indonesia pada tahun 1967. Bob keluar dari pekerjaannya dan membuat usaha
sendiri dengan mobil pribadi yang dijadikan taxi gelap. Namun semuanya berakhir
ketika Bob mengalami kecelakaan dan membuat mobilnya hancur. Waktu itu Bob
memilih menjadi kuli bangungan dengan gaji Rp 100. Ia merasakan bagaimana hidup
dengan tidak memiliki uang yang kemudian diketahui oleh teman-temannya di Eropa.
Mereka menawarkan bantuan tetapi Bob menolaknya.
Bob
mulai bangkit ketika merintis bisnis telur ayam negeri yang disarankan
temannya. Ia menjadi orang pertama yang memperkenalkan telur ayam negeri di
Indonesia. Ketika bisnis telur ayam mulai berkembang kemudian Bob bejualan
daging ayam, yang hingga sekarang menjadi PT Kem Foods.
Jerih
payah Bob yang panjang membuat dirinya sebagai ikon entrepreneur yang dikenal
di seluruh Indonesia. Menurut Bob, jika ingin menjadi seorang entreprenuer
sejati harus mencoba secara langsung bukan hanya dengan teori. Kemauan untuk
bekerja keras, berani mengambil resiko, adalah hal yang harus dihadapi dalam
hidup. Untuk menjadi sukses Bob merumuskan empat hal yaitu tahu, bisa,
terampil, dan ahli